# Peraturan Roleplay

### Aturan — 1. Penyalahgunaan Roleplay

Seluruh aktivitas roleplay wajib dilakukan secara wajar dan tetap menjaga kenyamanan pemain lain. Roleplay tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk toxic, menghina, ataupun merusak pengalaman bermain komunitas.

Roleplay yang baik adalah roleplay yang membangun cerita, interaksi, dan suasana dunia server secara sehat serta realistis.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain sengaja menggunakan karakter roleplay untuk menghina pemain lain secara personal dengan alasan “itu cuma RP”.
2. Pemain memaksa roleplay tertentu kepada orang lain secara terus menerus hingga membuat pemain tersebut tidak nyaman bermain.

***

### Aturan — 2. Roleplay Tetap Mengikuti Rules

Seluruh aktivitas roleplay tetap wajib mengikuti seluruh aturan server. Roleplay bukan alasan untuk melanggar gameplay rules maupun community rules.

Staff tetap berhak menindak pemain meskipun pelanggaran dilakukan dalam konteks roleplay.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain melakukan scam item lalu berdalih bahwa penipuan tersebut adalah bagian dari roleplay karakter.
2. Pemain menghancurkan base secara toxic dan berlebihan lalu menggunakan alasan “sedang roleplay perang”.

***

### Aturan — 3. Kingdom/Faction Abuse

Pemain dilarang menyalahgunakan sistem kingdom, faction, alliance, maupun territory demi keuntungan tidak fair ataupun merusak keseimbangan roleplay server.

Kingdom dan faction dibuat untuk membangun politik, konflik, dan interaksi sosial yang sehat dalam dunia roleplay.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Beberapa faction membuat persekutuan palsu untuk memonopoli area penting dan menekan seluruh pemain lain secara tidak sehat.
2. Pemimpin kingdom sengaja menggunakan kekuasaannya untuk griefing, trap abuse, ataupun mengganggu pemain lain tanpa alasan roleplay yang jelas.

***

### Aturan — 4. Metagaming

Pemain dilarang menggunakan informasi Out Of Character (OOC) untuk keuntungan In Character (IC).

Informasi yang didapat dari Discord, livestream, voice chat pribadi, ataupun sumber di luar roleplay tidak boleh digunakan oleh karakter di dalam game kecuali diperoleh secara IC.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain mengetahui lokasi base musuh dari live stream Discord lalu langsung menyerangnya di dalam game meskipun karakter mereka seharusnya tidak tahu lokasi tersebut.
2. Pemain menggunakan informasi hasil membaca chat OOC untuk menemukan identitas karakter rahasia milik pemain lain.

***

### Aturan — 5. Powergaming

Pemain dilarang memaksakan roleplay yang tidak realistis ataupun tidak memberikan kesempatan pemain lain untuk merespon situasi RP.

Roleplay harus dilakukan secara adil dan masuk akal agar seluruh pihak dapat menikmati interaksi dengan seimbang.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain langsung menulis aksi seperti “menusuk kepala lawan hingga mati seketika” tanpa memberi kesempatan respon kepada pihak lain.
2. Pemain membuat karakter yang dianggap “tak terkalahkan”, kebal terhadap seluruh serangan, ataupun memiliki kemampuan tidak masuk akal tanpa alasan lore yang valid.

***

### Aturan — 6. FailRP

Pemain wajib menjaga kualitas roleplay agar tetap realistis dan sesuai situasi dunia server.

Perilaku yang merusak suasana roleplay ataupun tidak sesuai konteks akan dianggap FailRP.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain bercanda OOC secara berlebihan saat sedang terjadi perang atau situasi RP serius.
2. Pemain bertindak seperti tidak merasakan sakit, takut, ataupun konsekuensi dalam situasi berbahaya.

***

### Aturan — 7. FearRP

Pemain wajib menunjukkan rasa takut dan menjaga insting bertahan hidup karakter dalam situasi berbahaya.

Karakter tidak boleh bertindak seolah tidak memiliki rasa takut terhadap ancaman serius tanpa alasan roleplay yang masuk akal.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain tetap mengejek dan menyerang sekelompok musuh bersenjata lengkap tanpa alasan RP yang jelas.
2. Pemain sengaja mencari kematian atau bertindak nekat tanpa mempedulikan keselamatan karakter.

***

### Aturan — 8. Revenge Kill

Pemain dilarang langsung membalas dendam setelah kalah atau mati dalam roleplay tanpa alasan dan perkembangan cerita yang jelas.

Roleplay kematian dan konflik harus tetap berjalan secara realistis dan tidak emosional.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain langsung kembali ke lokasi kematian beberapa menit setelah terbunuh untuk menyerang pelaku tanpa RP lanjutan.
2. Pemain menggunakan informasi sebelum mati untuk membalas dendam meskipun karakternya seharusnya sudah tidak mengingat kejadian tersebut.

***

### Aturan — 9. Random Deathmatch (RDM)

Pemain dilarang menyerang, melukai, ataupun membunuh pemain lain tanpa alasan roleplay yang jelas dan masuk akal.

PvP dalam server roleplay wajib memiliki konteks cerita, konflik, ataupun interaksi yang mendukung.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain membunuh orang random di jalan hanya karena ingin loot atau mencari hiburan.
2. Pemain menyerang pemain baru tanpa interaksi RP, ancaman, ataupun alasan dunia roleplay yang jelas.

***

### Aturan — 10. New Life Rule (NLR)

Setelah mati dalam situasi roleplay tertentu, karakter dianggap kehilangan ingatan mengenai detail kejadian sebelum kematiannya.

Pemain tidak diperbolehkan langsung melanjutkan konflik ataupun membalas dendam berdasarkan ingatan sebelum mati.

**Contoh Pelanggaran:**

1. Pemain kembali ke lokasi kematian untuk mengambil revenge menggunakan informasi sebelum mati.
2. Pemain langsung mencari dan menyerang pelaku pembunuhan meskipun karakter seharusnya telah kehilangan ingatan kejadian tersebut.


---

# Agent Instructions: Querying This Documentation

If you need additional information that is not directly available in this page, you can query the documentation dynamically by asking a question.

Perform an HTTP GET request on the current page URL with the `ask` query parameter:

```
GET https://docs.dipanusantara.xyz/peraturan/peraturan-roleplay.md?ask=<question>
```

The question should be specific, self-contained, and written in natural language.
The response will contain a direct answer to the question and relevant excerpts and sources from the documentation.

Use this mechanism when the answer is not explicitly present in the current page, you need clarification or additional context, or you want to retrieve related documentation sections.
